24 September 2010

Pemimpin Harus Wujudkan Cita Bangsa

Banda Aceh ( Berita ) :  Mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung mengemukakan pemimpin bangsa wajib memiliki nilai dan wawasan kebangsaan secara utuh, agar mampu mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.
“Pemimpin bangsa harus memiliki nilai-nilai kebangsaan secara utuh, wawasan kebangsaan, dan jangan mementingkan kelompok di atas kepentingan rakyat,” katanya saat memberi materi kepada peserta latihan kader (LK)-3 tingkat nasional HMI di Banda Aceh, Rabu [14/07]. Menurut mantan Ketua Umum PB HMI itu, pemimpin yang memiliki nilai dan wawasan kebangsaan pasti akan berpihak kepada rakyat dan kejujuran. “Setiap warga negara yang maju untuk mendapatkan jabatan politik seperti prsediden, gubernur, bupati, DPR, DPD juga harus dilandasi kesadarannya untuk mewujudkan cita-cita bangsa, jangan hanya untuk kepentingan kelompoknya saja,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar ini.


Cita-cita bangsa Indonesia belum sepenuhnya tercapai, di mana masih banyak warga negara yang hidup miskin dan belum memperoleh pendidikan, sehingga upaya pencerdasan bangsa masih perlu terus dilakukan, kata Akbar. Dia mengajak kader HMI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk proaktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa. “Berkontribusi dalam pembangunan bangsa itu tidak harus terjun ke politik. Bisa juga dilakukan lewat bisnis atau mengabdi di Perguruan Tinggi,” katanya.

Akbar meminta kader HMI ikut memberi pendidikan politik kepada masyarakat agar mereka mengerti hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta tidak terjebak dalam politik uang (money politic) menjelang Pemilu. “Pendidikan politik kepada rakyat sangat penting untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya dalam memberi suara politiknya di Pemilu. Jadi dengan adanya pemahaman politik suara yang diberikan juga berkwalitas,” jelas Akbar. Kader HMI juga diminta untuk terus mempersiapkan diri dengan memahami perkembangan zaman untuk menghadapi tantangan global ke depan. Peserta training LK-3 HMI tingkat nasional diikuti pengurus HMI cabang di seluruh Indonesia.

Pemimpin Munafik
Mantan Ketua MPR Akbar Tandjung mengajak rakyat untuk tidak memilih pemimpin munafik, hanya berjanji sewaktu jelang Pemilu tapi tidak mewujudkannya saat sudah terpilih. “Pemimpin bangsa yang tidak menepati janji-janjinya, berarti dia tidak jujur dan tidak berkomitmen. Mari sama-sama kita mengajak rakyat untuk tidak memilihnya lagi,” katanya di Banda Aceh, Rabu.

Akbar mengajak rakyat untuk mencermati kinerja pemimpin dan wakil-wakil yang telah dipilihnya saat Pemilu, sehingga diketahui mana yang benar-benar bekerja untuk rakyat. “Jika ada yang bekerja tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikannya, maka dia bukan pemimpin. Jadi jangan memilih lagi pemimpin yang hanya mengumbar janji tidak ada prestasi,” ujarnya.

Suatu kelaziman saat jelang Pemilu banyak calon pemimpin dan wakil rakyat mengumbar janji untuk menarik simpati rakyat, seperti menjanjikan kesejahteraan bagi rakyat, memberantas korupsi dan lainnya. “Rakyat dan kita semua harus cerdas menyikapi itu, jangan sampai kita salah memilih. Jangan sampai memilih pemimpin yang tidak berpihak kepada kejujuran, kepada kepentingan rakyat,” kata Akbar.

Kesalahan memilih pemimpin bangsa dan wakil rakyat terjadi karena ketidakpahaman warga terhadap politik, sehingga terjebak dalam pengaruh uang (politik uang). Menurut Akbar rakyat Indonesia masih perlu diberi pemahaman politik memadai agar mereka tidak terjebak dan sia-sia menggunakan hak suaranya di Pemilu, yang bisa menentukan nasib bangsa. Dia mengajak kader HMI berperan aktif memberi pendidikan politik kepada rakyat, khususnya menjelang Pemilu. “Kita harus terus menerus memberi pendidikan politik kepada masyarakat,” kata Akbar. ( ant )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirimkan Komentar, kesan dan pesan anda untuk memjadi bahan agar situs ini makin baik kedepan...